Thursday, October 25, 2007

Ribut-ribut, BUS TRANS JAKARTA

Dari namanya saja sudah menimbulkan kontroversi. Ada yang bilang Bus Way atau Trans Jakarta ? dan kenapa harus pakai bahasa Asing, kenapa tidak bahasa Indonesia. Kenyataan lainnya muncul adalah ketika saat ini Bus Way atau Trans Jakarta atau apapun namanya, ditengarai jadi biang keladi kemacetan di Jakarta.

Ide pembuatan jalur khusus bagi bus khusus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi yang murah, tepat waktu, dan jalur yang memadai. Dengan begitu frekuesi penggunaan mobil di Jakarta dapat dikurangi, dan berimbas pada pengurangan jumlah kendaraan dijalan yang tidak sebanding dengan jumlah jalan. Itu harapannya. Tapi apa jadinya ?

Walaupun belum semua proyek ini rampung, tapi bisa di bilang Bus Way sudah banyak tersebar di Jakarta. Dan ternyata tidak mengurangi jumlah kemacetan, apalagi dijam-jam sibuk. Kebijakan pemerintah untuk membangun sarana bus way ternyata tidak mampu membuat masyarakat pengguna kendaraan pribadi beralih kepenggunaan bus way, inilah masalahnya. Jadi keberadaan bus way justru menambah jumlah kendaraan dan mempersempit jalanan. Lalu siapa pengguna bus way selama ini? Mereka adalah para pengguna kendaraan umum yang selama ini dikecewakan oleh fasilitas kendaraan umum yang ada. Image kendaraan umum di Jakarta adalah kotor, jorok, tidak aman, jalan seenaknya, tidak tepat waktu dan sebagainya. Lalu kemudian mereka beralih ke bus way. Sampai disitu.

Kebijakan pemerintah tidak mampu mengurangi jumlah kendaraan dijalan, walaupun sudah ada tri in wan, tetep aja. Trus gmana dong? Itu dia masalahnya, miliyaran dana dihabiskan, justru tidak menyelesaikan inti permasalahan, hanya menambah masalah baru. Saya bukanya mengatakan tidak setuju dengan konsep bus way, tapi masalah penerapannya. Memang banyak permasalahannya, salah satunya adalah ketidakmampuan pemerintah mengatur kendaraan-kendaraan umum yang ada di Jakarta. Dasarnya kita tidak perlu ada bus way atau lebih tepatnya bus trans Jakarta, kalau pemerintah mampu menjadikan semua kendaraan umum Jakarta saat ini bertingkah laku seperti bus way. Yang rapih dong, yang bersih dong, yang disiplin, yang aman, yang nyaman, yang murah, pokoknya yang top-lah. Mau kemana ada, mau dimana juga ada, tanpa harus buka trayek baru dengan bus baru. Selain itu harus pula didukung kebijakan pemerintah untuk mengurangi jumlah penggunaan kendaraan pribadi di Jakarta, serta peningkatan kendaraan umum.(hee…sok…tau…gitu), tapi bener lho….ini serius.

Kembali ke awal, saya juga bingung, ada yang bilang “ayo naek bus way aja”, bus way kan jalur bus. Jarang sekali orang bahkan berita di tipi yang bilang "bus trans Jakarta", pasti lebih familier bilang "bus way". Aneh…..

baca selengkapnya...


OMG! it's a great article, Share Oh!


Monday, October 15, 2007

para blogger mania...

mohon maaf atas segala kesalahan...
kata, ucapan dan tingkah laku,
postingan, tulisan, atau pemikiran...
sindiran ataupun kritikan...
atas kekikiran informasi,

atas banyaknya kewajiban yang belum tertunaikan
atas hati yang kecewa
harta, waktu dan diri yang merugi...

atas mati surinya blog inii...

hampir setiap hari kita melihat penindasan,
hampir tiap saat muncul kemiskinan,
bahkan tiap detiknya timbul ketidakbergunaan...
padahal tiap tahunnya kita merayakan idul fitri, saat dimana kita kembali fitri....

semoga amal ibadah kita dibulan Ramadhan ini membawa barokah,
dan menjadi bekal bagi kita untuk terus memaknai hidup ini semata-mata untuk Keridhoan Allah..
baca selengkapnya...


OMG! it's a great article, Share Oh!


Sunday, July 15, 2007

Di Bawah Lindungan Kabah

Kisah percintaan dua insan memang selalu membawa perasaan yang mengharu biru. Salah satunya adalah kisah ketulusan cinta Hamid yang bersambut oleh kerinduan Zainab akan dirinya. Kisah ini dituliskan oleh Hamka dengan bahasa yang sangat mendalam dalam bukunya ini, Di Bawah Lindungan Ka’bah.

Hamid seorang yang meyedihkan hidupnya, sejak kecil menjadi yatim, hidup miskin dan serba kekurangan. Harus berhadapan dengan kenyataan yang menaungi hatinya, akan kebesaran cintanya yang terlarang dengan Zainab. Adatlah yang membuat cinta mereka terlarang. Karena Zaenab seorang anak kaya raya dan berbudi pekerti, keluarganya adalah sosok keluarga terpandang saat itu. Orang tuanya mendapatkan harta kekayaan, karena mereka dulunya seorang saudagar yang kaya raya. Dari kebaikan hati orang kaya itulah, Hamid dapat meluluskan cita-citanya menuntut ilmu. Padahal dia orang miskin, yang untuk makan saja sangat susah, tapi akhirnya bisa juga bersekolah.

Semua itu dilakukan keluarga Ja’far (orang kaya itu) karena melihat kebaikan budi pekerti Hamid dan rasa kasihan, juga agar ada teman anak perempuan mereka untuk bersekolah bersama. Zaenab anak perempuan itu, yang dianggap sebagai adik sendiri oleh Hamid. Sampai akhirnya mereka berpisah, karena Zaenab mulai dewasa, dan berdasarkan adat dia harus dipingit.

Tapi ternyata persaudaraan dan waktu berkata lain, kedekatan itu berbuah rasa cinta dan rindu yang mendalam. Tapi itu rindu terlarang, karena terbendung adat istiadat.
“Memang anak, … cinta itu adil sifatnya, Allah telah mentakdirkan dia dalam keadilan, tidak memperbedakan-bedakan diantara raja-raja dengan orang minta-minta, tiada menyisihkan orang kaya dengan orang miskin, orang hina dengan orang mulia, bahkan kadang-kadang tiada juga berbeda baginya antara bangsa dengan bangsa. Tetapi aturan pergaulan hidup, tidak membiarkan yang demikian itu berlaku. Orang sebagai kita ini telah dicap dengan derajat bawah atau orang kebanyakan, sedang mereka diberi nama cabang atas, cabang atas ada kalanya karena pangkat dan ada kalanya karena harta benda…”(hal.22), begitulah ungkapan ibunda Hamid atas perasaan cintanya kepada Zaenab, sampai akhirnya Hamid memutuskan untuk menjauhkan diri, khawatir cinta bertepuk sebelah tangan.

Kasih tak sampai, Kasihan…

Hamka, cukup menarik dalam membawa kisah ini. Dalam kegelisahan hatinya, Hamid menggantungkan diri pada Kuasa Illahi. Karena dia yakin hanya Allah lah tempat menambatkan diri, tempat berserah diri atas segala masalah. Pelarian itu sampai akhirnya membawa Hamid ke negeri Arab, tepatnya Mekkah. Dibawah lindungan Ka’bah Hamid bersimpuh diri atas segala permasalahan batinnya, berharap pertolongan ada kekuatan untuk tegar menghadapi kenyataan pahit ini. Sampai akhirnya dia tahu cintanya selama ini ternyata dirasakan juga oleh Zaenab. Tapi itu semua sudah terlambat, karena dua tahun berpisah adalah waktu yang lama bagi mereka, sampai akhirnya terombang-ambing dalam kerindunan tanpa akhir. Hingga ajal yang mengakhiri.

Kisah roman ini saya nilai telah mengajarkan kepada kita bagaimana ketulusan cinta itu dilahirkan. Bagaimana seharusnya manusia menghadapi segala beban hidupnya, dan tentunya mengajarkan kepada kita apa makna kecintaan pada dua insan manusia itu. Nilai luhurnya mungkin bisa menjadi pelajaran bagi kita semua dalam menyikapi hidup ini, ditambah lagi kedalaman makna dan kata-katanya, yang membuat kita hanyut untuk merasakan pula apa yang mereka rasakan.

tapi jangan salah, ada lagi lho karangan HAMKA yang juga lebih menyentuh, judulnya tenggelamnya kapal van der wick (aduh nulisnya salah nih), nanti akan saya posting resensinya.
but, ternyata pernah ada juga lho film berjudul di bawah lindungan kabah, cuman kok alur ceritanya beda ya....
baca selengkapnya...


OMG! it's a great article, Share Oh!


Thursday, June 28, 2007

Makin hari makin aneh


banyak terjadi hal yang cukup aneh dan menggelikan akhir-akhir ini. terutama yang saya amati seputar dunia perpolitikan negara kita. sampai-sampai saya lebih suka nonton kartun jadinya, dari pada mengamati secara detil dagelan politik itu.

ada kejadian para nelayan yang sibuk demo turun kejalan demi membebaskan seorang terdakwa kasus korupsi dana nelayan itu sendiri. itu dia kasusnya DKP, yang menjadikan Rokhmin Dahuri sebagai artisnya. aneh karena para nelayan jusrtu berdemo dan menutup jalur pantura, lucunya mereka malah menuntut agar Rokhmin Dahuri dibebaskan(cuma Rokhmin..yang laen nggak). padahal lebih relevan kalo para nelayan itu demo masalah kesulitan bahan bakar, naiknya harga minyak goreng, atau menyangkut kesejahteraan nelayan yang lain. kalo cuma membela terdakwa korupsi. buat apa capek-capek demo, apalagi yang dikorup duit mereka juga.

dua partai besar bertemu. sebetulnya siih ini hal yang biasa, seperti yang dikatakan para pengamat. yang tidak menjadi biasa adalah respon Metro TV, sebagai stasiun berita pertama yang melaporkan kegiatan ini. begitu antusias dan memukau. bahkan sampai masuk menjadi editorial pagi. sewaktu itu belum banyak yang berkomentar, sehingga metro masih memberitakan secara positif, entah mengapa kok malah jadi tidak netral pemberitaannya. pada dimedia lainnya berani-berani saja menayangkan aksi para pengurus ranting salah satu partai tersebut yang kecewa dan menarik dukungannya. ada juga debat antar politikus yang justru meragukan tujuan dari pertemuan yang tidak jelas itu. siswono bilang itu bukan koalisi, tapi panda nababan sepakat itu koalisi, yang lebih lucu yusuf kalla justru mempertanyakan pertemuan itu.??termasuk agung laksono. kenapa juga taufik kemas begitu ngotot dengan opsi puralisme-nya..?

ada lagi ketika kasus lumpur lapindo semakin parah. presiden SBY dengan sigap langsung menuju ke lokasi bencana di porong. hasilnya justru membawa sikap pesimis bagi masyarakat. kepercayaan terhadap presiden justru makin menurun, karena memang kurang ada hasil nyatanya. kendati presiden sangat berkomitmen untuk menyelesaikan ini, tapi apalah daya jika tidak sinkron dengan menterinya. percuma memang(kelihatannya) presiden membuat berbagai peraturan, kalau menterinya malah santai-santai(seperti tidak ada beban). lihat saja berapa triliunan kekayaan Abu Rizal Bakrie(menko kesra) yang dipublish media, padahal masih banyak yang tidak 'kesejahteraan rakyat'. atau perlu ada reshufle lagi ?

Abu Dujana sih sudah tertangkap. dan memang masih status tersangka. tapi malah jadi persoalan besar, ketika banyak pihak justru menolak cara-cara yang digunakan densus 88 dalam mengungkap terorisme. sampai pada tuntutan pembubaran densus. Pak Sis sebagai Kadiv.Humas rajin juga menjawab semua isu yang menerpa polri tersebut. dan memang perlu kita ketahui juga, bahwa citra polisi saat ini lebih sebagai angkatan bersenjata, bukan polisinya rakyat, menumpas teror dengan teror.

masih banyak, dan saking banyaknya, sampai malas juga jadinya.
semua itu datang bertubi-tubi, sepertinya sengaja menghilangkan realita kehidupan yang saat ini kita hadapi; penderitaan warga porong, harga minyak goreng naik, listrik mati idup, susah nyari kerja, petani gagal panen, gempa, apa lagi...apa lagi yang sengaja dilupakan, hanya karena manuper-manuper politik yang 'makin' seru..!!??
baca selengkapnya...


OMG! it's a great article, Share Oh!


Saturday, June 23, 2007

sory, maaf,punten...

oke.
duh maaf nih bagi para blogger mania. akhir-akhir ini topan sudah sangat jarang untuk bisa On-Line, maklumlah sudah lama pengsiun, jadi belum ada tempat menetap buat inet.
tapi sekalinya ngenet, ngak sempet tuh untuk nge-update blog, karena sekarang emang lagi sibuk dengan urusan TA(alias Tugas Akhir)...

tapi yang namanya nulis and baca kudu kita idupin terus, jangan pernah surut. karena budaya untuk sering membaca dan menulis itu adalah hal yang baik, dan perlu terus ditumbuhkan.
jadi tenang aja, walaupun agak telat, tapi secara offline topan tetap nulis kok, dan nanti akan dipostingin juga.

sekarang topan juga jadi lebih banyak baca buku sastra lama, mungkin sebagai bentuk pencarian inspirasi kata dalam penulisan. nanti juga akan di share deh, apa-apa saja yang menarik.

okeh...si u nex taim !!

baca selengkapnya...


OMG! it's a great article, Share Oh!


Thursday, May 17, 2007

Sinetron Indonesia lebih dari Contekan



Kebetulan hari ini libur (Kamis-kenaikan Yesus Kristus), jadi sambil bersihin kosan bisa sambil nonton. Sampailah pada siaran tivi yang sudah lama tidak pernah saya sentuh, sinetron. Saya memang cuman mau lihat sekilas saja, sekedar iseng, dan sinetronnya pun sudah berjalan sekitar 15 menitan. Tapi rasa-rasanya saya sudah bisa mengenali film apa ini. Dan ternyata benar, sinetron yang ditayangkan SCTV itu meniru ide cerita dari film Betty Thomas yang berjudul “John Tucker Must Die”. Tapi kalau yang ada di SCTV ini judulnya “Patah hati…? Capek Deeeh..”. Wow..kok bisa mirip ya ! , capek deeh…!!

Nggak sengaja atau memang tukang nyontek ??
John Tucker adalah seorang pria idaman di kampusnya. Dia jago basket, ganteng, mudah bergaul, dan yang terpenting gampang meluluhkan hati wanita, terutama cewek-cewek satu kampusnya. Sampailah pada tiga cewek primadona kampus, yang diset paling cantik se-kampus. Parahya tiga cewek itu kena gombalannya John, dan jadilah mereka di-dua-in, eh salah di-tiga-in. Tapi akhirnya mereka sadar kalau sudah ditipu, dan berniat untuk bales dendam. Bintang utamanya adalah satu cewek yang culun, dandanannya standar, pokoknya sama sekali bukan primadona kampus, Kate. Kate bekerja direstoran yang digunakan oleh John untuk kencan dengan incarannya, makanya Kate tahu siapa saja korban dari John. Saya tidak akan menceritakan semuanya, karena akan sangat lama, dan sampai disini saja kita sudah bisa melihat kesamaan ceritanya. ”Patah hati....? Capek Deeeh..”, kasusnya juga sama, Fabian adalah idola para wanita, dia ganteng, jago basket, mudah bergaul dan berhasil meluluhkan hati tiga cewek yang juga primadona di sekolah, tiga adalah jumlah yang sama. Noli penjaga restoran yang sering jadi tempat nongkrong Fabian terutama untuk kencan dengan incarannya, dan karakter Noli sama dengan Kate. Celakanya, cara balas dendamnya juga sama, dengan memanfaatkan Kate yang di make over,agar John jadi ketaksir. Kate dan Noli sama-sama tidak punya hati dengan John atau Fabian. Untuk itu mereka ingin membuat John mencintai Kate, yang akan berhujung pada patah hati karena ditolak Kate, seperti John telah membuat patah hati yang lain. Saya tidak menonton lanjut cerita sinetron yang di SCTV, mungkin karena memang tidak suka dengan sinetron, atau mungkin karena saya sudah bisa menebak jalan ceritanya, Basii..

Betul-betul menarik, bukan ceritanya tapi menconteknya. Bisa jadi mencontek adalah hal yang dilakukan dengan sengaja untuk keuntungan pribadi. Dan saya yakin betul dengan kesamaan-kesamaan yang dimiliki dua cerita ini, maka ini adalah hasil karya contekan(ada yang punya pendapat lain). Menanggapi kasus seperti ini kita akan beranggapan bahwa sutradara indonesia tidak kreatif, dan doyan nyontek. Dan bisa jadi budaya mencontek akan menjadi justifikasi bagi budaya kita. Tujuannya jelas, untuk keuntungan pribadi. Dengan ide cerita yang menarik, harapannya bisa menarik penonton yang banyak, walaupun ide itu bukan original atau bahkan contekan.

Atau saya lebih tertarik pada alasan yang satu ini, yaitu penetrasi budaya. Kita semua ketahui bahwa perjalanan budaya antar bangsa bisa cepat dikenalnya salah satunya dalam bentuk film. Dan film-film Holywood telah berhasil melakukannya, mempengaruhi seluruh dunia dengan budaya baratnya. Penetrasi yang dilakukan cukup berhasil, dengan membawa pesan-pesan percintaan, peperangan, pergaulan bebas, fashion, dan style lainnya. Tapi cara ini sering terpatahkan dengan munculnya isu cinta tanah air, nasionalisme, atau mungkin budaya ketimuran yang harus kita lestarikan. Membuat replika ide cerita yang dikemas dalam nuansa ketimuran, mungkin inilah cara baru yang diterapkan. Kita (jika tidak teliti) bisa saja mengira ini ide cerita yang dekat dengan keseharian anak muda Indonesia. Padahal ini hasil contekan, atau lebih tepatnya sengaja dicontek sebagai bagian penetrasi budaya barat.

Kenapa Dunia Barat begitu gigih menularkan budayanya? Tidak akan kita bahas pada tulisan ini. Saya hanya sekedar memaparkan bagaimana kemungkinan lain yang sebenarnya terjadi dari kasus contek-mencontek di dunia seni, khususnya per-film-an. Mungkin benar, atau tidak. Tapi saya yakin ini cukup logis digunakan, mungkin ahlinya seperti mas iman brotoseno, lebih faham tentang ini. Justru inilah keprihatinan kita, terutama usaha-usaha yang dilakukan untuk melunturkan budaya bangsa kita sendiri. Padahal saat ini usaha yang dilakukan oleh para seniman bangsa cukup sukses, terutama untuk membuat publik cinta produk (film) dalam negeri. Hal ini terbukti dengan makin maraknya film buatan sutradara muda/tua negeri ini. Tapi kita harus kecewa karena yang kita cintai itu justru produk-produk luar negeri, yang bisa jadi banyak hal negatifnya. Aduh kalo begini jadinya capek deehh...temennya tomat...cheerryyyy deehh.....!!!(saya contek ini dari dialog di sinetron ”Patah hati?Capek Deeeh..!”).

- tan bun an -
baca selengkapnya...


OMG! it's a great article, Share Oh!


 

Followers

Social Share

[ttm]. topan tambunan menulis Copyright © 2009 Gadget Blog is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal