Wednesday, May 31, 2006

Oposisi silahkan belok kiri

Setelah beberapa hari bersaing untuk memperebutkan posisi KBM-1, pada pemilu Presma dan Wapresma, kini kita sudah bisa melihat hasilnya. Walaupun sampai sekarang masih belum jelas dimana letak keputusan yang menyatakan pasangan Toufan dan Fajar kalah dalam pemilu, namun kenyataannya memang tetap kalah. Dan sejarah kampus ini pun mencatat kemengan ferdi-izul, dengan banyak tanda tanya. Berapa sebenarnya jumlah perolehan suara kedua pasangan ini? Sudah adakah ketetapan yang mengumumkan tentang kemenangan yang ada dipemilu raya ini? Kenapa jumlah suara mahasiswa hanya sedikit? Dan banyak pertanyaan lainnya lagi.

Tapi itu bukanlah hal yang terlalu penting, iya khan? Lebih penting sekarang kita bersama-sama berfikir, kemana arah pergerakan KBM kita tahun ini? Sebenarnya siapapun yang naik menjadi orang nomor satu diKBM tetap akan terbentur dengan permasalahan yang sama. Internalisasi peran mahasiswa diKBM sesuai tri dharma pendidikan, kontribusi mahasiswa bagi kemajuan bangsa ini, masalah kaderisasi kampus, penguatan budaya mahasiswa yang humanis, dan banyak lagi, yang tetap menjadi masalah bagi kultur kampus ini, dan tentu butuh segera solusi.

Saya menilai perlu adanya peran aktif kita semua (elemen KBM), untuk mewujudkan semua itu. Dan apa untungnya? Tentu saja akan menguntungkan kita semua, terutama terkait dengan peran kemahasiswaan tadi. Dimanapun posisi kita, maka kontribusi adalah hal yang sangat dibutuhkan saat ini. Jika pada pasca kekalahan pemilu raya ada pilihan, maka menjadi oposisi merupakan satu dari pilihan tersebut. Namun kekalahan tidak selamanya selalu berada pada pihak oposisi.

Dengan kondisi kampus saat ini, sebenarnya keberadaan setiap elemen untuk kemudian bergabung bersama memberikan peran terbaiknya lebih dibutuhkan. Dibanding hanya sekedar mengkritik dan memojokkan. Kritik yang membangun bukanlah hal yang tabu, namun seberapa besar kritik itu benar-benar bisa membangun? Maka lebih dibutuhkan dari itu adalah bukti unjuk kerja kita, untuk kemudian bersama-sama memperbaiki tatanan demokrasi yang retak, sambil kemudian tetap mengutamakan peran kritis terhadap siapapun. Singkat kata, semua orang dijamin bisa memberikan kritik, opini, saran, masukan, protes dan strategi-strategi lainnya. Tapi tidak semua orang mampu untuk berunjuk kerja bagi perbaikan sistem yang belum sempurna tersebut.

Cepat atau lambat peran oposisi memang harus merubah pola pergerakannya, agar lebih agresif dan proaktif untuk mendapatkan solusi penyelesaian masalah. Ketika pola pergerakan yang dibangun kubu oposisi hanya sekedar menunjukkan eksistensi politisnya, maka sama saja dengan menghacurkan tatanan sistem yang ada. Masuk kedalam kabinet bukan merupakan bentuk koalisi, bukan pula sebagai oposan dalam selimut, tapi bergabung dikabinet adalah bukti nyata untuk mewujudkan unjuk kerja bagi KBM.

tan bun an
baca selengkapnya...


OMG! it's a great article, Share Oh!


Tuesday, May 30, 2006

Maaf jarang OnLine

Empat minggu belakangan ini, memang terasa berat untuk dilalui. banyak agenda utama yang harus dilaksanakan. mulai dari pemilu, LPJ, bentuk kabinet, PDKT, sampai dengan internalisasi dikabinet. akhirnya blog ini pun jarang tersentuh oleh saya. tapi paling tidak sekarang sudah ada upaya dari saya, untuk kemudian aktif berbagi informasi kembali. dan harapannya bisa berjalan sesuai rencana, yaitu terupdate setiap minggunya. isinya, tentu saja pewacanaan seputar kampus, teknologi, atau dunia global. dengan bigitu, media informasi ini bisa pula dijadikan sebagai sarana pembelajaran bagi kita semua.
baca selengkapnya...


OMG! it's a great article, Share Oh!


Thursday, May 11, 2006

Selamat Kepada Presma dan Wapresma Terpilih

Kemarin, tepatnya hari rabu telah dilantik Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa Terpilih periode 2006/2007. prosesi pelantikan dilakukan oleh DPM, sebagai perwakilan dari mahasiswa. ini merupakan satu bentuk demokrasi yang berjalan di lingkungan kampus. walaupun sebenarnya dalam perjalanannya ada beberapa kekurangan. sebut saja hasil pemilu yang dihasilkan, ternyata hanya menjaring mahasiswa kurang dari 700 orang (kalo sy tidak salah). padahal target normalnya paling tidak sampai dengan angka 1000 orang. belum lagi kondisi DPM yang juga terlalu lama dalam pembahasan Sidang Umum, sehingga secara tidak langsung menghambat agenda yang lainnya.

dan dibalik itu pula, ternyata masih banyak permasalahan KBM lainnya yang menjadi PR, bagi siapapun presiden yang terpilih. bagaimana permasalahan yang ada di UKM, HMJ, dll, memang sudah tidak bisa ditutupi lagi. dan tentu saja butuh penanganan yang cepat dan akurat. permasalahan klasik pun timbul seputar mahasiswa, baik itu menyangkut pelayanan, hak-hak-nya, atau pun permasalahan yang timbul karena ulah mahasiswa itu sendiri.

sehingga tidak dapat dipungkiri, proyeksi kedepan dari KBM nantinya haruslah fokus pada permasalahan internal KBM itu sendiri. dengan segera mengatasi permasalahan yang timbul tersebut, paling tidak akan sedikit meredam gejolak-gejolak destruktif yang ada di kampus ini. dan ini menjadi PR semua orang yang ada di KBM.
baca selengkapnya...


OMG! it's a great article, Share Oh!


Tuesday, May 02, 2006

Aspect Oriented Programming

Pemrograman berorientasi objek kini sudah sangat popular dalam dunia rekayasa perangkat lunak. Dengan menggunakan 3 konsep utama, Encapsulate(Enkapsulasi), Inheritance(Penurunan), dan Polymorphic. Ketiga konsep ini menjadi landasan kuat pada pemograman beroriantasi objek yang dapat menigkatkan readability (mudah dibaca dan dipelajari), reusability (mudah dikegunakan kembali), dan dekomposisi permasalahan (pemodulan). Object menjadi kunci utama keberhasilan OOP karena mengurangi tingkat kompleksitas dalam pemrograman dan memungkinkan maintenance yang relatif lebih mudah terhadap perangkat lunak itu sendiri. Namun, masalah muncul jika di dalam object-object atau kelas-kelas yang berbeda terdapat suatu aspek tertentu yang unik. Untuk mengubah suatu aspek dari perangkat lunak yang dibangun, maka beberapa object dan definisi kelas harus dimodifikasi. Hal ini dapat menjadi suatu masalah yang cukup mengganggu, terutama dalam menangani perangkat lunak yang kompleks dan berskala besar. Kemudian dikenal istilah Tangling, yang artnya dalam suatu objek terdapat aspek lain dari objek itu sendiri, sebagai contoh pada objek bisnis terdapat penanganan loging. Adapula scattering yang artinya, beberapa aspek yang sama muncul pada setiap layer/modul. Dan kedua hal ini cenderung sering muncul secara bersamaan.
Kemudian muncullah Aspect-Oriented Programming, dimana metode ini menyusun masalah-masalah kedalam satuan unit yang disebut aspek. Secara garis besar AOP merupakan metode pemograman yang menghadirkan konsep untuk memotong silang (crosscut) permasalahan tangling dan scattering. Tangling dalam artian bawa terdapat hal-hal lain didalam suatu Object yang sebenarnya tidak berhubungan langsung, namun hanya merupakan technical concerns semata. Sedangkan scattering lebih kepada pengkodean yang muncul pada banyak tempat, sebagai contoh kode program untuk akses user password yang bisa terjadi pada beberapa layer. Kedua hal diatas, telah menyebabkan source code menjadi tidak bersih dan tidak independent. Untuk itulah dibutuhkan madul yang dapat melakukan crosscutting concern terhadap permasalahan diatas, inilah yang dinamakan Aspect. Sebagai contoh, security dapat dikatakan sebuah aspect, tanpa merusak design asli dari system. Maka dalam hal ini Aspek dapat dikatakan sebagai suatu modul yang meng-enkasulapsi perilaku yang mempengaruhi kelas-kelas (dan object-object) tertentu. Dengan AOP, tiap aspek dapat dijabarkan sebagai unit-unit yang terpisah dan kemudian disatukan oleh Aspect Weaver(sebagai kompilasi). Bila kita bandingkan dengan Object-Oriented Programming (OOP), security dijadikan sebagai sebuah class, dan tidak dapat digunakan crosscutting concern, AOP sendiri merupakan penyempurna dari metode OOP tersebut.
Salah satu implementasi dari AOP ialah pada pemrograman Java dengan AspectJ, pada C/C++ dengan AspectC, AspectNet untuk C# dan .Net dan beberapa macam lainnya. Pada pelatihan ini digunakan implementasi dengan bahasa Java, yaitu AspectJ. Aspect adalah cara memodularisasi crosscutting concerns seperti cara memodularisi concern pada OOP. AspectJ menambahkan kepada Java dengan suatu konsep, yang disebut join point (dari crosscutting concerns) dan menambahkan beberapa konstraktor baru seperti pointcut, advice, inter-type declaration, dan aspect. Pointcut dan advice secara dinamic mempengaruhi program flow. Declarasi inter-type secara statis mempengaruhi hirarki kelas program. dan aspect meng-encapsulasi beberapa konstruktor baru tersebut. Dalam setiap modul aspect (pada Java) akan dikenal adanya Join Point, Pointcuts, Advice, inter-type declarations dan aspect sebagai program itu sendiri.
Sebuah join point dideklarasikan dengan baik dalam program flow. Sedangkan pointcut akan mengambil join point dan nilai dari point tersebut. Suatu potongan advice adalah kode yang dieksekusi manakala suatu join point dicapai. Kedua komponen ini disebut sebagai komponen dinamik dari AspectJ. AspectJ juga mempunyai jenis deklarasi Intertype yang membolehkan programmer untuk memodifikasi stuktur program statik, yakni anggota dari kelas dan hubungan antar kelas. Aspect dari AspectJ adalah unit modularitas untuk suatu crosscutting concern. Aspect ini bersifat seperti kelas java pada umumnya, yaitu termasuk pointcut, advice, dan deklarasi inter-type.
baca selengkapnya...


OMG! it's a great article, Share Oh!


 
There was an error in this gadget

Followers

Social Share

[ttm]. topan tambunan menulis Copyright © 2009 Gadget Blog is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal