Sunday, June 28, 2009

How to use Mysql, Doctrine and Symfony

How to use Mysql, Doctrine and Symfony

How to set connection between Symfony Framework with Doctrine and Mysql? It’s easy brother. Beforehand, I have difficulties in this connection. I wish you didn’t experience it’s also. So, let’s try my way.

Four easy step to make connection Doctrine and Mysql.

First Step!
I suggest you to using PHP version 5.2 (or higher) for Symfony 1.2. Check your PDO extension in php.ini. Open your file php.ini and search extension php_pdo.dll and php_mysql_pdo.dll, and activate it by removing this “;”. If there is no one PDO, you can add this extension to the end of list extension.


Second Step!
Now you must edit and setting database connection in your Symfony. Open file sf_sanbox/config/database.yml, input your Mysql username/root and password, and your database.
Here is my connection:


Or, you can set your connection by another way, with command line.

symfony configure:database --name=doctrine --class=sfDoctrineDatabase "mysql:host=localhost;dbname=dbname" username yourpassword

Don’t forget to delete all setting Propel on database.yml

Third Step!
Next step, I can explain about using Doctrine in Symfony. Create database – table – schema – model. Or the other way, create schema – database – model, with symfony doctrine:build-all.
After that, check your table model in lib/model/doctrine.

for create schema from database :
symfony doctrine:build-shcema

for create model from schema :
symfony doctrine:build-model
for create database/table and model from schema
symfony doctrine:build-all

Fourth Step!
Finally it’s done. You can create query for your application with doctrine ORM. It’s very simple and powerfull.
baca selengkapnya...


OMG! it's a great article, Share Oh!


Thursday, June 18, 2009

Teman, Jangan Golput!



Akhir-akhir ini kondisi perpolitikan di Negara kita semakin hot!! Pastinya karena jelang pemilihan presiden 2009 ini. Ada yang merasa Pro Rakyat, ada juga yang maunya Lanjutkan!!, tapi ada juga yang merasa Lebih Cepat Lebih Baik. Bagi saya itu semua hanyalah bahasa-bahasa politik, atau lebih cocoknya marketing politik. Terserah masyarakat, mau termakan rayuan yang mana.

Bahkan lebih dasyatnya lagi, mulai beredarlah berbagai isu dan berita yang menyerang masing-masing pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden. Mulai dari isu yang intelek sampai isu yang sangat tidak jelas dan tidak penting. Mulai dari masalah ekonomi sampai masalah suku dan agama. Semuanya pasti kena dengan black campaign. Bahkan beberapa media sudah dengan terang-terangan menunjukkan dukungannya kepada calon tertentu, dengan menunjukkan sanjungan dan serangannya. Kita sebut saja beberapa merek, seperti MetroTV, Media Indonesia, Tempo, Eramuslim, Republika, GlobalTV, dan masih banyak yang lainnya. Termasuk juga beberapa lembaga survey. Saya rasa itu sah-sah saja, karena memang media akan sangat tergantung dengan dana dan siapa yang ada dibelakang mereka. Saya bingung untuk menunjukkan buktinya, wah… jangan-jangan tulisan saya ini bisa dituntut dipengadilan, karena pencemaran nama baik!! Padahal kalo menurut saya, ada baiknya setiap media atau lembaga survey atao apapun itu, bisa memberikan informasi yang berimbang dan mencerdaskan masyarakat. Biarlah masyarakat yang memilih, tidak usah isunya diarah-arahkan. Memang saya sempat agak heran, kok tidak ada pihak-pihak yang mempermasalahkan ketidaknetralan ini ya? Saya ambil contoh, ada sebuah siaran TV yang membahas tentang keburukan Neoliberalisme, dan fokusnya hanya membahas penerapannya di Negara liberal dan pada pemerintahan saat ini. Padahal Neoliberalisme juga sudah berjalan sejak pak Harto akan lengser, iya kan? ada lagi yang mengupas habis-habisan tentang buruknya dampak dari bisnis keluarga yang diterapkan beberapa penguasa. Atau yang lebih menggelikan, ada lagi acara TV sekitar jam 11an malam, dikemas dengan humor, dan menghadirkan seorang narasumber (pengamat politik sepertinya), dia bilang solusi Negara kita ada 3, salah satunya adalah calon presiden yang memiliki program kemandirian bangsa!!, pasti semua tahu siap capres ini? Ada lagi adegan laporan kampanye capres, tapi yang ditampilkan adegan si-ibu capres yang sedang pidato sambil marah, kasian ibu itu, terlihat sangar, dan saya pun jadi tidak simpatik. Apakah ini karena kelihaian dalam mengemas berita, sehingga muncul nuansa tidak simpatik dari penontonnya?

Ada lagi kelucuan dari lembaga survey. Ternyata banyak lembaga survey yang me-release hasil survey yang berbeda-beda. Baik lembaga yang katanya independent, maupun hasil survey diinternal parpol itu sendiri. Parahnya lagi kadang hasilnya menjadi bahan iklan, atau headline di media-media. Wah, ini pemaksaan atau pembodohan ya? Jadi ingat buku yang pernah saya baca, Berbohong dengan Statistik

Sejujurnya saya bukanlah jurnalis apalagi politikus, dan sangat tidak mengerti tentang seluk beluk dunia jurnalis, marketing politik dan sejenisnya. Tapi secara intuisi masyarakat awam, saya merasakan adanya keanehan. Saya tidak menyoal masalah metode kampanye tiap pasangan calon, atau menyoal ketidaknetralan berbagai pihak tadi. Saya hanya khawatir dengan perbincangan beberapa teman dan masyarakat, yang mulai muak dengan kondisi seperti ini. Setiap orang berebut jadi Capres, tapi dengan cara-cara yang aneh dan tidak mencerdaskan. Lebih anehnya lagi, pas ketiganya bertemu, kok malah saling dukung dan serasa akur? Waduh dibelakang saling sindir, pas ketemu kok malah pada kalem. Kalau masyarakat muak dengan dagelan ini, ujung-ujung nya bisa banyak yang golput.

Kalau golput saat Pileg, mungkin saya bisa maklum, karena beberapa teman saya sudah tidak percaya dengan parpol-parpol dan caleg-caleg yang mereka anggap hanya omong kosong. Tapi kalo harus Golput di Pilpres, adalah satu hal yang mengkhawatirkan bro!

Saran saya, jangan Golput. Karena kebijakan secara langsung ada ditangan presiden. Akan lebih mengena secara langsung, jika disbanding legislative. Terserah anda mau pilih siapa, tapi tolong! Jangan golput. Dan bagi para capres beserta tim kampanye nya, tolong kampanyekan dirimu secara cerdas. Agar masyarakat mudah menilai program-program kalian. Jangan bisanya cuman bikin slogan dan menjelek-jelekkan satu sama lain. Kalau hanya slogan sih gampang, Pro Rakyat!, Lanjutkan!, atau Lebih Cepat Lebih Baik!, tapi bagaimana bentuk kongkritnya? Kenapa tidak bisa tergambarkan saat debat Capres? Kalau itikad untuk mencerdaskan masyarakat akan politk tidak dimulai dari para Capres dan tim kampanye nya, maka jangan salahkan masyarakat, jika nantinya akan makin banyak teman-teman saya yang Golput.
Teman, saya tahu kalian muak, tapi please… jangan golput!!
baca selengkapnya...


OMG! it's a great article, Share Oh!


Friday, June 12, 2009

My First Post, Cake - Perhaps!

This is my first post. Ups … I means, it’s my first posting in English. I know, my english is not good, but I still trying honey. In my mind, I haven’t many ideas or topic or gossip or anything about writing article in English. I think one idea, the smart topic!! Write lyric English song. The song from Cake, Perhaps!! It’s greats song for someone who broken heart. Ok! Let’s sing a song.

You wont admit you love me.
And so how am I ever to know?
You only tell me
Perhaps, perhaps, perhaps.

A million times I ask you,
And then I ask you over again.
You only answer
Perhaps, perhaps, perhaps.

If you cant make your mind up,
Well never get started.
And I dont wanna wind up
Being parted, broken-hearted.
So if you really love me,
Say yes.
But if you dont, dear, confess.
And please dont tell me
Perhaps, perhaps, perhaps.

If you cant make your mind up,
Well never get started.
And I dont wanna wind up
Being parted, broken-hearted.
So if you really love me,
Say yes.
But if you dont, dear, confess.
And please dont tell me
Perhaps, perhaps, perhaps,
Perhaps, perhaps, perhaps,
Perhaps, perhaps, perhaps.


You can download mp3 this song in here. Listen and sing a song, do you like that?

This song told a story about someone, who waiting an answer from his target. If you really love her, say yes! But if you don’t (maybe cause you not handsome), please confess!! Don’t you tell me ‘perhaps’.

Hem… nice song Bro! Life need a explicitness. So, please don’t suspend anything.
Although write English so hard, but finally I can to do that. Not bad is it?
baca selengkapnya...


OMG! it's a great article, Share Oh!


 
There was an error in this gadget

Followers

Social Share

[ttm]. topan tambunan menulis Copyright © 2009 Gadget Blog is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal