Friday, April 28, 2006

Kampus dan Kebersamaan

Saat ini permasalahan yang terjadi disekitar kita(kampus), sudah semakin banyak dan pelik. Bahkan ada kecenderungan setiap permasalahan yang ada itu saling berhubungan, yang membuat kompleksitasnya semakin kuat. Mulai dari masalah personal sampai masalah lembaga, mulai dari kemahasiswaan sampai akademik, mulai dari fasilitas sampai budaya riset, dan segudang permasalahan lainnya.

Yang lebih bermasalah adalah kondisi dimana setiap permasalahan tersebut masih belum mampu disatukan. Setiap elemen kampus yang ada masih menganggap permasalah ini hanya milik DPM saja, BEM saja, HMJ saja, atau UKM saja. Sehingga masing-masing pihak hanya memikirkan saolusi untuk diri mereka sendiri saja. Ketika fragmentasi ini terjadi untuk skala kegiatan kemahasiswaan, maka dipastikan akan muncul kekecewaan baru. Walaupun secara sepihak kita bisa mengatakan bahwa masalah telah terselesaikan.

Sudah saatnya kini kita mulai merubah pola pandang kita agar lebih menyeluruh, memandang setiap masalah dari sudut pandang yang berbeda. Mampu memposisikan diri kita sebagai orang lain, yang mendapatkan masalah. Setelah itu akan muncul proses analisa terhadap masalah yang ada, disertai pula munculnya ide-ide untuk dijadikan solusi. Selanjutya perlu juga dilakukan konsolidasi sebagai bentuk penyatuan persepsi dan kebersamaan, dari setiap elemen kampus yang ada. Sehingga menjadikan permasalahan yang terjadi itu adalah permasalahan bersama kita. Tentunya harus menghasilkan pula solusi bersama. Langkah bersama ini akan sangat penting untuk membawa kondisi kampus ini pada proses perbaikan bersama, dimana perubahan akan tetap terjadi dengan adanya solusi dan pergerakan bersama.
baca selengkapnya...


OMG! it's a great article, Share Oh!


Tuesday, April 25, 2006

Promosi !!!




hee ..??? kampanye terselubung
baca selengkapnya...


OMG! it's a great article, Share Oh!


Saturday, April 08, 2006

Playboy bukan sekedar Majalah Porno

Konspirasi dunia barat selalu mengalami penyempurnaan bentuk. Ini merupakan suatu upaya untuk tetap melakukan penyimpangan terhadap aturan fundamental yang ada. Jelas ketika berbicara tentang kebebasan maka salah satu yang harus dicermati adalah kebebasan suatu bangsa. Kita tidak mungkin lepas dari kondisi mendasar yang dimiliki oleh orang timur pada umumnya. Budaya ketimuran adalah bentuk jati diri bangsa ini, dan juga mayoritas belahan bumi timur ini. Itu belum terkecualikan dengan tindakan dunia barat yang berusaha mem-barat-kan budaya ketimuran ini. Bangsa ini punya etika, punya budaya, punya tata krama kehidupan, punya agama, punya persudaraan, punya kepedulian, dan sendi-sendi kehidupan lainnya, yang hampir sudah diabaikan bagi dunia barat. Tapi masih bisa ditemukan di dunia timur.

Ekspoitasi sensualitas tubuh (wanita atau pria), adalah hal yang sangat tidak wajar bagi bangsa timur. Bahkan lebih dari itu budaya saling menghormati, tolong menolong, moral, agama, budi pekerti merupakan hal mendasar yang sudah dibangun oleh nenek moyang kita. Dunia barat dengan mudahnya menghubungkan budaya jaman dulu (jaman kerajaan), dimana pakaian masih minim, dengan pembenaran budaya ’seksi’ diera sekarang. Ini bisa menjadi bom waktu bagi budaya bangsa ini, yang lambat laun akan tergeserkan oleh bikini.

Salah satu tujuan bangsa barat melakukan semua itu adalah usahanya untuk memperluas jaringan bisnis bodoh mereka. Dengan menawarkan pemikiran tentang kebebasan di dunia barat, mereka berharap hal itu bisa di terima oleh bangsa ini, kemudian mereka dengan mudahnya membawa produk-produk berikutnya. Tentu saja demi keuntungan barat, baik secara ideologi, politik, maupun ekonomi. Secara ideologi, jelas mereka akan diuntungkan dengan pergeseran kultur yang dimiliki bangsa timur. Setelah mendapatkan ideologi yang sejalan, maka bangsa barat akan dengan mudah masuk kedalam percaturan politik bangsa-bangsa timur, mulai dari kebijakan, aturan, hubungan, dan segalanya. Dan kondisi terakhir yang akan lebih menguntungkan adalah mereka akan banyak mendapatkan keuntungan dari penjualan produk mereka, yang tentu saja mengumbar budaya mereka. Salah satu contoh nyata saat ini adalah munculnya majalah playboy, sebagai simbol kebebasan seni-sex. Simbol budaya barat yang serba terbuka. Sehingga wajar saja kalo penolakan terhadap majalah itu sangat marak. Hal mendasar adalah simbol tadi, bukan masalah bugil atau tidak (apalagi kalau bugil). Dengan menerima kehadiran playboy, maka itu akan menjadi awal peneriamaan terhadap kaki-tangan kultur barat. Kalau sekarang masih kaki-tangan-nya, maka bisa jadi besok adalah kepala dan jantungnya.

Lebih dari itu memang sudah jelas, bahwa tidak akan mendatangkan kebaikan dengan membaca majalah seperti itu. Dibandingkan kita membaca sumber-sumber pengetahuan barat, yang sebenarnya lebih bermanfaat. Maka tidak selamanya apa yang kita terima dari dunia barat adalah baik, terutama bagi simbol-simbol pembodohan seperti playboy.

..
baca selengkapnya...


OMG! it's a great article, Share Oh!


Tuesday, April 04, 2006

Siapa takut jadi Presiden ?

Semenjak saya pertama kali masuk ke STT Telkom, sebenarnya sudah tercium budaya yang kental dari sebuah kampus tehnik. Kondisi dimana manusia hanya banyak interaksinya dengan device, komputer, eksakta, mesin, rangkaian listrik atau apapunlah terutama yang berbau elektronik. Dengan keadaan seperti ini orang-orang yang berkecimpung di dunia IT, sering kali mendapat julukan makhluk autis. Kita (orang tehnik) terkesan selalu memiliki masalah bila dikaitkan dengan hubungan sosial (interaksi antar manusia). Entah ini nyata atau sekedar fenomena.

Namun seperti halnya memilih jeruk dipasar, tidak semuanya bagus atau tidak semuanya busuk. Masih ada juga komunitas mahasiswa yang mau bermain tidak hanya dengan mesin. Idealnya komunitas mahasiswa yang seperti ini mencoba mengasah potensi diri mereka untuk kemudian akan berguna bagi masa pasca kampusnya. Mulai dari bersosialisasi, berorganisasi, kreasi, seni-budaya, sampai dengan bidang politik. Lahan seperti ini tetap ada di STT Telkom, walaupun tidak se-meriah kampus lain di Bandung. Singkat cerita komunitas seperti ini masih terkalahkan dengan lingkungan yang dibangun mahasiswa lainnya untuk selalu berfikir study-oriented. Walaupun sudah banyak argumen yang dilontarkan, namun masih saja seperti ada jurang pemisah antara kedua pola pikir tersebut. Dan saya juga tidak bermaksud membuat dikotomi dikalangan mahasiswa.

Bukti nyata dari fenomena di kampus ini bisa kita amati dari status pencalonan Capres dan Cawapres tahun ini. Padahal sudah diundur sampai beberapa minggu, tapi hasilnya tetap saja tidak ada yang berani jadi Capres dan Cawapres. Kenapa ? apa ada korelasinya dengan kondisi mahasiswa tehnik atau tidak. Atau mungkin sosok Presiden Mahasiswa begitu mengerikan, sehingga orang pun ragu. Atau sebaliknya, sosok Presiden begitu culun dan tidak populis, tidak punya nilai jual, sehingga orang pun alergi mendengar istilah presiden mahasiswa.

Seberapa penting sosok presiden diperlukan untuk tataran kampusnya sendiri, itu suatu hal yang menarik. Dalam hal ini seorang presiden bukanlah sekedar mahasiswa yang menjadi pusat perhatian kampus dan populer. Tapi lebih dari itu, sosok presiden harus mampu membawa almamaternya sekaligus pencitraan dari kebanyakan mahasiswa di kampusnya. Menjadi pengusung pergerakan dan pemersatu kekuatan mahasiswa, sekaligus menjadi insan yang humanis. Dan jika memang seperti itu, berarti memang benar, akan terasa berat amanah seorang presiden.

Lalu apakah dikampus STT Telkom ini, tidak ada 1 orang pun dari sekitar 4ribu mahasiswa yang rela mengusung amanah seorang presiden mahasiswa ?
baca selengkapnya...


OMG! it's a great article, Share Oh!


Indonesia & Australia

Berita seputar hubungan Indonesia-Australia, saat ini sangat hangat. Indonesia sebagai negara kesatuan yang berbentuk kepulauan (nusantara), terbentang dari sabang sampai merauke. Tentu saja dengan luasnya wilayah teritorial tersebut, akan menimbulkan pula banyak kelemahan. Seperti yang terjadi di propinsi papua saat ini, dimana kepercayaan rakyat papua terhadap pemerintah makin menipis. Para ‘pengibar’ bendera bintang kejora pun mulai gencar kembali menawarkan pemerintah untuk melepaskan bumi papua dari NKRI.
Tapi kondisi ini justru gayung bersambut dengan sikap Australia yang membuka tangan bagi para pencari suaka dari papua ke australia. Sebenarnya apa maunya autralia ? ini pasti menjadi pertanyaan mendasar. Memang ada aturan internasional yang diterapkan bagi para pencari suaka ke suatu negara. Namun kondisinya justru cukup panas saat ini. Karena ada bumbu tambahannya, baik itu kartun SBY atau larangan berpergian.
Pemerintah harus mengambil tindakan yang tegas, sebelum negara lain terlalu jauh ikut campur dalam permasalahan dalam negeri kita. Jangan sampai kenangan manis bersama timor leste akan terulang lagi bagi bumi papua. Kalau sudah seperti itu maka yang lainnya akan lepas juga. Lalu kalau sudah begitu siapa yang dipuaskan ?
baca selengkapnya...


OMG! it's a great article, Share Oh!


 
There was an error in this gadget

Followers

Social Share

[ttm]. topan tambunan menulis Copyright © 2009 Gadget Blog is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal