Monday, October 19, 2009

Logo Baru Telkom Indonesia

Walaupun sudah pernah direncanakan dulu-dulu, akhirya bisa kesampaian juga, jalan-jalan ke Gazeboo Bandung di Minggu pagi. Kali ini sekalian jalan bareng teman lama, Rahmat Agusli dan Arli Ananda. Yang satu datang dari Jakarta dan satunya lagi dari Timika, tempat mencari nafkah. maklum sudah lebih satu tahun berpisah.
Target pagi itu sebetulnya untuk bisa ketemu dengan mas Afaf, yang sedang kerja di Telkom Japati (hari minggu kok masih kerja sih). Tapi karena naluri shopping dan cuci mata rahmat, akhrinya kita harus jalan-jalan dulu keliling Gazeboo. Mulai dari Cari batik, Casing HP, Celana, makanan, pokoknya apa aja dicari (walaupun belum tentu beli).
Sampailah di depan kantor Telkom Japati. dan ternyata (saya juga baru tahu), logo telkom telah berubah, jadi seperti ini.

kesan pertama melihatnya, ada yg bilang "kok kayak gambar tangan", ato "kayak gambar mahkota", ato "sekilas seperti parabola",ato "kayak spongebob?ubur-ubur?" ;D
kata Afaf, PT.Telkom akan me-launching logo barunya tanggal 23 Oktober 2009 ini, menjadi Telkom Indonesia.
rahmat bilang, "itu ada filosofinya, tangan lima", tapi sayangnya dia lupa. Nanti kalau saya sudah dapat apa filosofinya, bakal saya posting di blog ini.
ok, selamat untuk PT.Telkom atas logo barunya. semoga makin bisa memberikan inovasi dan pelayanan terbaik bagi bangsa kita.
baca selengkapnya...


OMG! it's a great article, Share Oh!


Sunday, October 04, 2009

Menulis Bahasa Arab di Ubuntu

Setelah mencari kesana kemari, ternyata untuk menulis tulisan Arab di Ubuntu tidak lah sulit. saya kira kita harus pakai software tambahan lainnya. dan ternyata hanya tinggal mengubah settingan pada layout-keyboard saja.

tapi sebelumnya pastikan bahwa Anda telah punya Font Arabic, yang bisa anda dapatkan di paket instalasi Ubuntu atau mungkin dengan mencari pada situs font gratisan, seperti dafont.com. atau font/huruf lainnya yang Anda dapatkan dari teman.

setelah itu kita tinggal men-setting layout keyboard, pada menu System > Preferences > Keyboard, lalu pilih Tabs "Layouts". Klik tombol "+Add", untuk menambahkan settingan layout arabic. lalu pilih Language: Arabic, dengan Variant: Pakistan Arabic. jadi deh..

saya memilih Pakistan Arabic, karena mirip dengan keyboard qwerty, dan bahasa nya orang indonesia. jadi kalau anda buka aplikasi untuk mengetik dokumen (misalnya Open Office), anda dapat langsung menggunakan pengucapan bahasa indonesia untuk menulis arab. misal untuk пе anda tinggal menekan "b". gampang kan...

untuk lebih mudah dalam mengubah settingan layout, Anda bisa menambahkan settingan Keyboard pada panel, dengan cara klik kanan Bar Panel (yang horizontal) pilih "+Add to Panel", lalu pilih keyboard.

ok, semoga bermanfaat, saya juga dapatkan artikel ini dari referensi seperti di situs ini.

----------------------------------
dengan sadar dan penuh kejujuran saya nyatakan bahwa :
Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009.
;D
baca selengkapnya...


OMG! it's a great article, Share Oh!


Friday, October 02, 2009

Serba Open Source

Pertama kali mendengar istilah opensource, maka yang langsung ada dibenak saya adalah Linux. Saya tahu Linux itu adalah system operasi saingan Windows, yang opensource. Tapi ternyata, saat ini banyak sekali aplikasi lainnya yang masuk dalam kategori opensource, baik untuk bidang web, multimedia, sampai keperluan document atau office. Ini membuktikan makin pesatnya perkembangan software opensource. Bahkan dari segi fungsionalitasnya, software opensource berkualitas baik. Bahkan untuk aplikasi server pun jauh lebih baik. Kita bisa melihat dengan banyaknya hostingan untuk server web yang memakai Linux, php, mysql, apache dan aplikasi opensource lainnya.

Seperti halnya saya dulu baru mengenal linux, masyarakat pun saat ini masih enggan untuk beralih menggunakan aplikasi opensource. Walaupun semua orang (saya yakin) tahu bahwa aplikasi bajakan yang selama ini mereka pakai adalah tidak baik, tidak halal, membajak, dan tidak mendidik. Tapi apa boleh buat, saya ataupun kita mungkin masih terlalu takut dan enggan untuk menggunakan aplikasi opensource. Persepsi kita, aplikasi opensource itu susah menggunakannya, kualitasnya murahan (mungkin karena gratis), susah mencari tempat bertanya, dan berbagai kesulitan lainnya. Padahal kalau kita ingat pertama kali belajar menggunakan computer, kita juga mengalami kesulitan yang sama.

Pola pikir “serba sulit” ini sudah terlanjur beredar liar dimasyarakat kita, mungkin masyarakat dunia pada umumnya. Kampanye penggunaan opensource pun dilakukan tidak untuk mengenalkan kemudahan, tapi justru menambah bingung orang awam, dengan mekanisme dan istilah-istilah aneh. Saya sedikit percaya dengan saran seorang teman yang bilang bahwa ini cuman masalah kebiasaan saja. Atau kalau saya lebih percaya lagi, karena aplikasi opensource masih berkembang, jika semakin mudah digunakan pasti semakin menarik. Contohnya, saat ini kita sudah mulai melirik beberapa distro linux seperti Ubuntu atau Open Suse, yang menurut saya mudah digunakan.

Bagi masyarakat awam tidak terlalu penting apa itu opensource. Bagi mereka yang penting aplikasi yang ada bisa mempermudah aktifitas yang dilakukan. Ayo kita mulai dari lingkungan terdekat kita untuk mulai menggunakan aplikasi opensource. ;)


gambar di ambil dari : www.valeriovalerio.org

dengan sadar dan penuh kejujuran saya nyatakan bahwa :
Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009.
;D
baca selengkapnya...


OMG! it's a great article, Share Oh!


 
There was an error in this gadget

Followers

Social Share

[ttm]. topan tambunan menulis Copyright © 2009 Gadget Blog is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal