Friday, October 29, 2010

bukan Developer, tapi Technopreneur


Akhirnya bisa ketemuan bareng juga dengan teman-teman dari inkubator IT di Jabar (khususnya bandung). Acara di Jabar Craft Center ini dihadiri oleh Disperindag Jabar, Inkubator Bisnis (Rice Inti, I2TB), PT.Inten, Blindspot dan banyak lagi. Dan ternyata produk-produk yang dipresentasikan luar biasa bagus dan inovatif. Dan kami pun jadi tegang bercampur minder, apalagi dapet jatah presentasi agak terakhir. Saking tegangnya, sempet kepikiran untuk pulang aja. hehe... saking groginya...

Tapi ternyata semua presentasi yang telah dilakukan masih punya kelemahan. mengutip statement dari Blindspot : Dimyati Imam, "100% tidak memiliki peluang bisnis", komentar sadiss. Kita baru tersadar, setelah mendengarkan penjelasan pak Imam. Dan memang yang banyak kita sampaikan hanya sekedar teknologi, tanpa ada penjelasan apa nilai lebihnya? bagaimana pemasarannya? bagaimana resiko bisnisnya? dsb. Sepenggal tentang komentar itu ada disini, http://us.detikinet.com/read/2010/10/28/085158/1477099/319/rencana-bisnis-lemah-ukm-ti-susah-dapat-kucuran-dana

Jadi, pantas saja kalo harapan permodalan pun sulit untuk didapatkan. Padahal yang kita jual seharusnya adalah produk bukan teknologi. Yang kita sampaikan adalah value bagi client, bukan sekedar kecanggihan produk kita. Wah, kejadian presentasi dan seminar kemarin seperti orang yang maen Futsal dibantai habis 20 - kosong, semua yang hadir kalah telak.

Dan memang inilah masalah yang umumnya kami hadapi. Bisa jadi kami memang bukan kekurangan modal, tapi kami kurang mengerti tentang bisnis itu sendiri. Pendidikan yang telah dilalui hanya mengajarkan kita sisi teknis teknologi, untuk menjadikan kita pekerja. Sangat jarang ada muatan yang mengajarkan bagaimana menjadikan produk bernilai jual, atau mungkin bagaimana melihat dari kacamata bisnis. Seandainya pun ada yang mau memberikan modal 100juta saat ini, mungkin kita malah akan kebingungan untuk apa modal itu. Mau dilarikan kemana dan bagaimana skema pengembaliannya.

Oke, sekarang bukan saat yang tepat untuk saling menyalahkan. Yang harus dilakukan adalah menata ulang kembali setiap produk dan perencanaan. Bagaimana kita berfikir untuk menjual produk, karena pada dasarnya membuat produk pasti bisa. Mungkin yang terpenting dari Bisnis StartUp IT, adalah belajar cara Bisnis dan Management-nya, karena kalau urusan IT nya, pasti sudah harus jago.

Dan saya masih teringat pesan pak Imam ketika itu, bahwa kita disini tidak sedang menjadi Developer Software tapi seharusnya Technopreneur.


OMG! it's a great article, Share Oh!


1 komentar:

astri on Saturday, 04 December, 2010 said...

waaah pengusaha kita..saya bisnis kecil2an aja, tapi ya gitu ga brani ngambil resiko untuk mencoba menjalankannya sendiri, baru brani jadi distributor aja.

 
There was an error in this gadget

Followers

Social Share

[ttm]. topan tambunan menulis Copyright © 2009 Gadget Blog is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal