Saturday, March 11, 2006

Kampanye Maksiat, ala Media

kalau kita lihat sekarang ini, banyak media televisi yang menayangkan sinetron berbau keagamaan. tapi justru sebaliknya malah tidak memiliki bobot pendidikan agama. ide cerita yang digulirkan adalah seputar perbuatan maksiat atau perbuatan tercela atau perbuatan kriminal atau perbuatan buruk lainnya yang dilakukan manusia beragama. dan kemudian manusia itu mendapatkan azab dari Tuhannya. atau sedikit sekali contoh yang manusianya tobat atau menyesal kepada Tuhannya. digambarkan seseorang akan mengalami penyiksaan didunia dan akhirat, mulai dari tubuh penuh belatung sampai penuh nanah. hal ini sangat mengesankan bahwa untuk beragama itu banyak aturannya, dan banyak siksaannya.

ditambah lagi ilustrasi yang diberikan justru memberikan contoh bagaimana berbuat maksiat. bagaimana caranya terjerumus dalam dunia narkoba, bagaimana jalur hiduo seorang koruptor, langkah-langkah menjadi pelacur, dan banyak lagi. adegan syur pun, tidak bisa dihindari. lihat saja ketika akan memperagakan tindak prostitusi antara anak dan ibu tiri, sampai adegannya pun digambarkan. mulai dari mecari kesempatan, menggoda, merayu, trus dapat kesempatan dan kemudian melakukan hubungan setan. memang untuk adegan intim tidak divisualisasikan, namun tetap saja ada adegan pra dan pasca yang untuk orang umum(misal anak) adalah sesuatu yang baru.

jelas ini adalah suatu model baru dari promosi setan. walaupun diatas tadi hanyalah satu contoh dari sekian banyak ide cerita. seolah-olah media mengkampanyekan bagaiman caranya berbuat maksiat. ditambah lagi menampilkan adegan yang syur atau pun menantang. dan parahnya lagi media beropini bahwa dalam agama itu kita akan banyak mendapatkan aturan-aturan dan siksaan pedih.

alangkah baiknya jika memang untuk membawa misi keagamaan, maka dibalik saja ide ceritanya. gambarkanlah bagaimana nikmatnya hidup beragama, hidup tanpa maksiat, hidup penuh toleransi, dan kebaikan lainnya. tunjukkan bahwa mentaati perintah agama itu akan membawa keberkahan bagi manusia, membuat hidup kita semakin tenang. karena jika kita analogikan kegiatan orang yang beragama dengan yang tidka beragama, maka keduanya tetap memungkinkan untuk melakukan perbuatan dosa. tapi jika orang yang beragama dengan baik sudah tentu kehidupannya juga akan baik. dan ketika media selalu menayangkan kebaikan-kebaikan tersebut maka masyarakat kita pun akan terbiasa dengan melihat kebaikan dan menteladaninya. sehingga tidak mustahil jika nantinya Buser akan kehabisan berita.
OMG! it's a great article, Share Oh!


0 komentar:

 
There was an error in this gadget

Followers

Social Share

[ttm]. topan tambunan menulis Copyright © 2009 Gadget Blog is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal